Kekurangan Menabung di Bank : tipsmenabung.id

Halo! Selamat datang di artikel jurnal kami yang akan membahas tentang kekurangan menabung di bank. Sebagai seorang yang peduli dengan keuangan, pasti kamu tahu bahwa menabung adalah suatu hal yang sangat penting. Namun, apakah menabung di bank selalu menjadi pilihan terbaik? Yuk, mari kita simak beberapa kekurangan menabung di bank yang perlu kamu ketahui.

Keterbatasan Suku Bunga

Suku bunga pada tabungan bank memang jelas lebih tinggi dibandingkan dengan menaruh uang di tempat yang tidak terjamin keamanannya. Namun, terkadang suku bunga yang diberikan oleh bank masih terbilang rendah, terutama jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya seperti saham, obligasi, atau reksadana. Dengan keterbatasan suku bunga yang rendah, hasil pengembalian tabungan yang diterima pun biasanya tidak akan terlalu besar.

Di samping itu, suku bunga juga dapat berubah-ubah sesuai dengan kebijakan bank. Hal ini tentu saja dapat berdampak pada perkembangan nilai uang yang kita simpan di bank.

Bagaimana jika kamu ingin mendapatkan pengembalian yang lebih besar dari menabung? Maka, kamu harus mempertimbangkan jenis investasi lainnya, seperti saham atau reksadana.

Pajak

Pajak adalah hal yang tak mungkin terhindarkan pada setiap investasi atau tabungan yang kita miliki. Meskipun begitu, kebijakan pajak pada tabungan bank bisa cukup membebani, terutama jika uang yang kita simpan sudah mencapai jumlah yang besar.

Di Indonesia, pajak yang dikenakan pada bunga deposito atau tabungan adalah 20%. Artinya, jika kamu memiliki uang di bank dan bunga yang diterima mencapai jumlah tertentu, maka kamu harus membayar pajak sebesar 20% dari jumlah bunga tersebut. Jumlah pajak ini tentu saja dapat mengurangi penghasilan yang kamu terima.

Biaya Administrasi

Setiap bank biasanya menerapkan biaya administrasi pada rekening tabungan. Biaya administrasi ini biasanya dibebankan setiap bulan atau tahun, dan biasanya terbilang kecil.

Tetapi, jika kamu memiliki banyak rekening tabungan di bank, maka biaya administrasi untuk masing-masing rekening akan cukup memberatkan. Selain itu, biaya administrasi yang harus dibayar oleh nasabah seiring dengan banyaknya layanan yang diberikan oleh bank juga bisa cukup besar. Maka, selalu perhatikan biaya yang muncul pada rekening tabunganmu.

Resiko PHK

Di tengah ancaman resesi dan perekonomian yang belum stabil, bank yang menyimpan uangmu tidak selalu aman dari risiko PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Jika bank yang kamu pilih mengalami kondisi finansial yang buruk, bisa jadi mereka akan melakukan pemutusan hubungan kerja dengan karyawannya. Hal tersebut tentunya berdampak pada keamanan uang yang kamu simpan di bank tersebut.

Akses Terbatas

Selain itu, akses terbatas pada tabungan bank juga menjadi kekurangannya. Meskipun sudah banyak bank yang menyediakan layanan e-banking atau mobile banking yang memungkinkan nasabah untuk mengakses rekening mereka dari mana saja dan kapan saja, hal tersebut masih terbatas oleh batas waktu operasional bank.

Jadi, jika kamu memerlukan uang secara mendadak di luar jam operasional bank, kamu tidak akan bisa melakukan transaksi.

Kesimpulan

Jadi, itulah beberapa kekurangan menabung di bank yang perlu kamu ketahui. Meskipun menabung di bank masih menjadi pilihan yang aman dan stabil, namun kamu tetap harus mempertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan untuk menyimpan uangmu di bank. Selalu perhatikan suku bunga, pajak, biaya administrasi, risiko PHK, dan akses terbatas pada rekening tabunganmu.

Tabel Perbandingan Investasi

Jenis Investasi Suku Bunga Risiko Pajak
Bank 5% Low 20%
Saham 10% High 10%
Obligasi 8% Medium 10%
Reksadana 7% Medium 10%

FAQ

1. Apa saja kekurangan menabung di bank?

Beberapa kekurangan menabung di bank di antaranya adalah keterbatasan suku bunga, pajak, biaya administrasi, risiko PHK, dan akses terbatas.

2. Apakah menabung di bank masih menjadi pilihan yang aman?

Iya, menabung di bank masih dianggap sebagai salah satu pilihan yang aman dan stabil untuk menyimpan uang.

3. Bagaimana cara memilih jenis investasi yang tepat?

Memilih jenis investasi yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan finansial dan risiko yang diinginkan. Pastikan kamu memahami baik-baik tentang jenis investasi tersebut, serta mempertimbangkan suku bunga, pajak, dan risiko.

4. Apakah risiko PHK bisa terjadi di bank?

Ya, risiko PHK bisa terjadi di bank jika bank mengalami kondisi finansial yang buruk.

5. Apa saja contoh jenis investasi selain menabung di bank?

Contoh jenis investasi selain menabung di bank antara lain saham, obligasi, reksadana, properti, dan lain-lain.

Sumber :